Sejarah Desa

Sejarah Desa Sowan Kidul Berdasarkan cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Desa Sowan Kidul, terkait asal-usul pemberian nama desa Sowan Kidul awalnya adalah bagian dari Desa Sowan, yang dimana sekarang sudah di pecah menjadi 2 desa,  yaitu sowan Kidul dan Sowan Lor. Nama dari Sowan sendiri berasal dari Bahasa jawa yang mempunyai arti aso-aso nek awan atau dalam Bahasa Indonesia berarti beristirahat siang.

 

Dahulunya penduduk Desa Sowan Kidul yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani, hampir sehari penuh penduduk sowan mengahabiskan waktunya untuk menggarap tanamannya di sawah atau ladang mereka, mereka bekerja sehari penuh mulai dari pagi sampai sore, dan hanya mempunyai waktu untuk istirahat di siang hari. Yang dalam bahasa jawa dinamakan aso -aso nek awan yang kemudian di singkat menjadi sowan, dan pada akhirnya di jadikan sebagai nama sebuah desa.

Dipecahnya  Desa Sowan  karena pada saat itu jumlah penduduknya yang banyak dan wilayahnya yang sangat luas, yakni mulai dari perbatasan Desa Dongos sampai Desa Tedunan, kemudian di pecah mejadi Desa Sowan Kidul dan Sowan Lor yang bertujuan untuk memudahkan dalam menjalankan pemerintahan Desa. Desa Sowan Kidul mempunyai sebuah makam sesepuh Desa yang bernama Mbah Ngopek, yang menurut cerita tokoh masyarakat Sowan Kidul beliau adalah seorang waliyuallah yang datang dari daerah selatan. Beliau merupakan orang pertama dan membawa orang-orang datang ke Desa Sowan Kidul dan menyebarkan agama islam. Menurut cerita tokoh yang babat alas Desa Sowan adalah Mbah Soro, petilasannya berada di sawah Gisik Segempol (Sowan Kidul).

Setiap tahun peringatan haul Mbah Ngopek di peringati setiap tanggal 1 syaban yang dihitung dengan tanggal jawa, peringatan haulnya mbah ngopek masyarakat Desa Sowan Kidul dan Sowan Lor sangat antusias untuk mengikuti acara dari awal hingga akhir, mereka memulai dengan berziarah ke makam Mbah Ngopek setelah maghrib dengan membawa bunga untuk nyekar.